RSS

Logis vs Non-logis = Logis…?

08 Mei

Topik ini adalah uneg-uneg murid saya saat terjadi diskusi interaktif dan lumayan ‘hangat’ dalam situasi pembelajaran mengenai logika. Seorang murid berkomentar begini,” sir…arti logika kan sesuatu yang masuk akal atau sesuai dengan kenyataan…? “Tapi ada kasus…dalam realitas misal begini, “di suatu samudera ketika kapal pesiar atau kapal barang yang melintasi samudera tersebut..kok tiba-tiba bisa hilang begitu saja…tanpa sebab! bahkan menurut cerita setipa kapal yang melintasi jalur tersebut hilang? Sudah didatangkan para ahli fisika, menurut para ahli tersebut keadaan tempat hilangnya kapal-kapal yang melewati samudera itu, normal saja tidak ada tanda-tanda gejala alam yang membahayakan jalur lalulintas laut. Demikian pula dengan komentar para normal, namun eda analisis saja dengan ahli fisika. Menurut para normal, hilangnya kapal disebabkan oleh “penghuni roh jahat”….ini kan gak masuk akal..? Atas cerita murid saya, Saya hanya ketawa kecil mendengar kelucuan kasus dalam realitas. Dalam benak saya, kok begitu kasus yang nyata- dan sebagian masyarakat kadangkala mempercayainya, atau bahkan ada yang memuja dengan memberikan sesajen -dimengerti tidak masuk akal. Kasus ini dapat dianalisis secara logika, apa masuk akal atau tidak…sangat bergantung pada pemahaman dan pemaknaan konteks logika, baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Bila logika dimengerti sebagai ilmu yang masuk akal, maka segala realitas perlu diteropong secara luas dan mendalam sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi benar dan tepat. Namun jika konsep logika dimaknai dalam arti sempit (awam) maka oleh jadi kadangkala antara realitas dan non realitas tidak dapat dibedakan oleh akal sehat. Imam Al-Ghazali mengatakan, “orang-orang yang hidup dalam kehidupan adalah orang-orang yang selalu menggunakan/menghidupkan akal, sedangkan orang-orang mati dalam kehidupan, meskipun dia hidup adalah orang-orang yang tidak menggunakan/menghidupkan akalnya”.
Pandangan Al-Ghazali ini, dapat ditelaah menurut versi masing-masing, namun menurut pemahaman saya, apapun konteks, situasi dan kondisi yang dihadapi manusia dalam kehidupan, bila ditilik melalui akal pikiran akan menjadi nyata (masuk akal) meskipun kejadian, peristiwa atau fenomena yang tidak nyata secara kasat mata. Pertanyaan sekarang, sejauhmana akal kita aktif dan bergerak dalam menganalisis dan memaknai beragam hal, fakta, realita, kejadian, fenomena-fenomena atau segala sesuatu yang diketahui. Bila kebenaran atau pengetahuan yang diperoleh tepat dan sesuai dengan fakta, dalil atau teori maka ini mengidentifikasikan proses pergerakan akal pikiran luas dan mendalam. Jika sebaliknya, kebenaran atau pengetahuan yang didapat rancu, keliru atau salah, hal ini menandakan proses pergerakan akal dangkal, tidak sesuai dengan kenyataan, dalil atau teori.Inilah sebenarnya yang dikatakan logika, yaitu kajian mengenai akal pikiran kita dalam memperoleh pengetahuan atau kebenaran yang dicari sesuai fakta, realita, dalil atau teori, sehingga logis, tidak logis akan menjadi logis kesimpulannya. wallahu’alam.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Mei 2010 in Diskusi

 

One response to “Logis vs Non-logis = Logis…?

  1. Yuni Sulistia Wibowo

    16 September 2013 at 12:36

    saya sependapt dengan anda.dlm kehidupan ada 2alm yaitu alam kehidupan dan alam roh atau gaib.dlm kontes logika itu sangat tergantung pda pemahaman kita masing masing.hal seperti itu banyak terjadi contoh penampakan.bnyk yg mempercayai itu mitos tp ketika kita sendiri yg mengalami hal itu baru kita bisa mempercayainya.itula kehidupan antara realitas dan logika hampir tidak bisa dibedakan.semua tergantung kita yg melihat situasinya.kita harus tahu dan pahami yang mana realitas dan yg mana yg masuk logika.karena realitas benar benar hal yg nyata yang terjadi.dan logika sebuah penjelasan tetapi tidak semua hal bisa dijelaskan.karna akal manusia terbatas tdk bisa mencapai dan memahami semua realitas yg trjd dlm kehidupan krn itu semua rahasia Ilahi.tinggal kita masing masing memilih realitas atau logika yg mau kita pakai tinggal kita,sesuaikan dengn situasi dan kondisinya.Sejauhmana akal kita aktif dan menganalisis dan memaknai beragam hal fakta realitas dan kejdian.Trgantung kita realitas atau logika.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: