RSS

Musim Kemarau adalah Musim Kondangan

08 Mei

Pernahkan kita bayangin masa-masa kecil dan remaja kita. Tentu saja…kan. Namun ketika kita memasuki usia dewasa muda dan dewasa, boleh jadi pemaknaan akan setiap keadaan, problema, rutinitas dan model problem solving juga beragam -tapi yang pasti kita semua menginginkan solusi-solusi yang mantap terhadap hal terkait, sehingga kita dapat survival dalam realitas (dalam artian; dapat berkomunikasi, berinteraksi dan beradaptasi secara baik dengan lingkungan sekitar kita). Saat…atmosfer bumi yang kita diami sangat berasa panas diberbagai belahan dunia, termasuk di nusantara ini, sebuah realita yang menggejala adalah banyaknya acara2 pergelaran seremonial dalam masyarakat, seperti; hajatan (kenduri) dalam berbagai dimensi, resepsi pernikahan (kecil2an atau meriah) dll. Seolah olah tidak dilaksanakan “tidak mendapat barokah” atau “tidak afdhol”. Namun begitulah gejala realitas sosial kita. Praktek adat, budaya atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakonin masyarakat kita secara turun temurun, seolah cuek dengan kondisi cuaca, seperti saat ini musim kemarau. Kalau begitu fakta sosial, tidak salah bila analisis -meskipun dangkal- bahwa musim kemarau adalah musim kondangan. Analisis ini merujuk pada realita bahwa saya atau anda semua, misalnya pada saat ini dalam 2 bulan mengantongi 10 buah undangan dari tetangga/sahabat/kenalan/saudara dalam berbagai konteks hajatan atau pesta bahagia yang sering dilakukan masyarakat kita, baik acara pesta pernikahan teman/saudara/ kenalan/ kita sendiri atau lainnya, maupun acara hajatan atau kenduri; memperingati 100-an orangtua/saudara/kerabat yang telah meninggal, aqiqah atas kelahiran anak teman/saudara/tetangga, syukuran atas prestasi atau keberhasilan yang diperoleh, mau naik haji/umroh, dll. Terhadap keadaan ini, pikiran kita langsung menerawang dan menoropong makna2 subjektif dan ojektif tekait undangan yang telah dikantongi. Kadangkala pikiran juga membuat suatu analisa dan sintesa, bahwa musim kemarau identik dengan musim kondangan! …..salam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Mei 2010 in Opini

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: