RSS

PEMBERDAYAAN ASPEK KOGNISI, AFEKSI & KONASI MELALUI HIKMAH QURBAN

17 Nov

Konteks Qurban atau Kurban dalam istilah arab disebut dengan قربن atau dinamakan pula dengan Udhhiyah atau Dhahiyyah, yang secara harfiah berarti penyembelihan hewan. Sedangkan ritual Qurban merupakan salah satu pelaksanaan ibadah kaum muslimin, dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT. Ritual kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (hari nahar) dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya I’dul Adha.

Seorang mukmin sejati, selalu mendambakan keridhaan dan kasih sayang Allah sepanjang hidupnya. Karenanya, mereka (mukmin sejati) selalu ingin berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT dengan seluruh harta, waktu, dan segenap pontensi yang dimilikinya, meskipun jiwa taruhannya. Mukmin sejati tahu benar psikologi dari peristiwa qurban yang dilakukan Nabi Ibrahim AS, ketika beliau diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ash-Shaaffaat ayat 102-107 yang artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (102).

Dengan turunnya perintah Allah SWT itu, Nabi Ibrahim, bukannya sedih, susah dan gelisah karena harus menyembelih putra semata wayangnya, akan tetapi Nabi Ibrahim lebih tunduk dan ta’at pada perintah Allah SWT untuk segera melakukan qurban, walaupun anaknya sendiri. Firman Allah dalam lanjutan surat Ash-Shaaffaat, yang berunyi: “Tatkala keduanya Telah berserah diri (kepada Allah) dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)(103). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim”(104). Sesungguhnya kamu Telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (105). Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata (106). Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (107)”.

Gejala ini sangat fenomenal dalam sejarah kehidupan ummat manusia. Secara manusiawi akan terlintas dalam benak bahwa Mengapa Nabi Ibrahim, tidak susah, gelisah atau takut kehilangan anak kesayangannya? Lantaran Nabi Ibrahim sangat mencintai Allah SWT dengan sepenuh jiwa dan raga. Selain itu, Nabi Ibrahim juga taat kepada segala perintah Allah SWT. Harta benda, jiwa raga, bahkan keluarga sekalipun wajib dikorbankan di jalan Allah SWT agar menjadi mukmin sejati.

Dalam pada itu, seorang mukmin sejati juga selalu ingin belajar dari akhlak dan sikap Baginda Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau, saat mereka meninggalkan kampung halaman, tanah air, harta benda, dan keluarga mereka. Mereka hijrah ke Madinah menyelamatkan diri dan agama mereka (Islam) semata-mata mengharapkan ridho dan karunia Allah SWT. Misalnya perjuangan dan pengoranan salah seorang sahabat Nabi SAW yang bernama, Shuhaib  ar-Rumi. Ia berkata; “Ketika aku hendak berhijrah dari Mekkah kepada Nabi SAW di Madinah, Bangsa Qurasy berkata kepadaku, “Wahai Shuhaib, kamu datang kepada kami sedang tidak ada harta disisimu, padahal kamu akan keluar dari kota Mekkah ini beserta hartamu. Demi Allah, yang demikian itu tidak terjadi selama-lamanya. Lalu aku berkata kepada mereka (bangsa Qurasy), “Bagaimana jika harta ini aku serahkan kepada kalian, apakah kalian akan melepasakan diriku?” Bangsa Qurasy menjawab, “Ya.” Maka aku serahkan hartaku kepada mereka, lalu akupun dibebaskan. Setelah itu aku pergi hingga sampai ke kota Madinah. Setiba di kota Madinah, peristiwa yang dialami Shuhaib terdengar oleh Baginda Rasul SAW, lalu beliau bersabda, “Untunglah Shuhaib, Untunglah Shuhaib”. Berkaitan dengan kejadian ini, maka turunlah firman Allah SWT yang artinya: “Dan diantara manusia ada yang mengorankan dirinya karena mencari keridhaan Allah” (QS. Al-Baqaraah: 207).

Di sisi lain, orang mukmin sejati adalah orang telah mengikat janjinya dengan Allah SWT karena mengharap ridha dan syurga-Nya. Orang mukmin yang demikian tidak pernah ingkar janji (khianat) terhadap waktu, tenaga, harta, dan jiwa demi membela agama Allah. Orang mukmin ini adalah tipe orang ikhlas yang siap membuktikan kesungguhannya berkorban karena Allah SWT dalam setiap denyut nadi dan langkah kehidupan di realitas ini. Ia selalu mendahulukan kepentingan agama Allah daripada kepentingan mengejar duniawi belaka. Jika ada dua kepentingan yang kontradiksi, maka orang mukmin sejati ini selalu menyegerakan kepentingan menjalankan perintah-perintah Allah SWT daripada kepentingan pribadinya.

Bila ditilik dari sudut kajian psikologi, qurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim, pengorbanan yang dilaksanakan sahabat Rasul SAW, Shuhaib ar-Rumi dan sejumlah qurban setelah sholat i’dul adha, serta pengorbanan yang diperankan oleh pribadi-pribadi muslim di seantero jagat ini, termasuk kaum muslimin di negeri ini, dapat dikatakan sebagai bentuk penerapan koginisi, afeksi dan konasi manusia dalam mengkonstruksi diri menjadi mukmin sejati yang mampu mengenali, menganalisis dan memahami ajaran agama Allah secara haqqul yaqin (segi kognisi).

Pengembangan sisi kognisi ini, kemudian akan membentuk segi afeksi, yakni sejumlah pengetahuan, pemahaman dan pemaknaan yang telah diperoleh coba direnungi, dihayati dan disikapi secara mendalam hingga membentuk menjadi karakter dan kepribadian yang diinginkannya (segi afeksi).  Selanjutnya, hasil penghayatan, sikap dan wacana kepribadian yang telah terbentuk bergegas melalui tindakan nyata dalam hal; menjalankan seluruh perintah Allah secara ikhlas dan semata-mata mengharap keridhaan, kecintaan dan syurga Allah (segi konasi). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembelajaran qurban dapat memberi pengetahuan penting bagi umat manusia, terutama pemantapan sisi religiusitas, spiritualitas dan mentalitas menuju insan kamil (mukmin sejati).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 November 2010 in Diskusi, Kajian, Tafakkur

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: