RSS

Jika Manusia Menjadi Budak Nafsu

20 Feb

“Jauhilah kezhaliman karena sesungguhnya kezhaliman itu merupakan kegelapan (bagi kamu) Esok pada hari Kiamat. Dan Takutlah kamu kepada kekikiran, karena kekikiran itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, yang menyebabkan mereka menumpahkan darah mereka sendiri dan menghalalkan kehormatan-kehormatan mereka” (HR. Muslim dan Imam Ahmad)

Sahabat…kenalilah nafsu dan sepak terjangnya, maka manusia akan mengenali setiap perbuatan dan keberadaannya. Nafsu adalah bagian tak terpisahkan dari manusia. Nafsu adalah kegelapan yang tidak pernah memberikan sinaran cahaya Ilahi kepada manusia. Nafsu tidak pernah senang menerima pembebanan atau tugas dari Allah, apapun bentuk dan wujudnya. Nafsu selalu menolak untuk hidup susah apalagi menderita. Nafsu selalu mencari celah dalam keberadaan orang lain. Dengan nafsunya manusia merasa lebih hebat, lebih tinggi atau lebih tahu dari orang-orang disekitar mereka.

Nafsu selalu mengajak manusia untuk berbuat zhalim, maksiat, melawan perintah Allah dan melarang manusia untuk berbuat kebajikan. Nafsu yang ada dalam diri manusia selalu berusaha untuk menolak kebenaran agar ia dapat menyalurkan segala konsep bahagia dan kesenangan duniawi yang diinginkannya. Nafsu juga sangat kikir, dan dengan kekikirannya itu nafsu telah menjerumuskan manusia dalam kenistaaan yang selalu berkeinginan memonopoli setiap harta benda.

Dalam realitas, sahabat bisa saksikan berapa banyak sudah orang “hancur” karena memperturutkan hawa nafsunya tanpa mampu di kendalikannya. Lihat saja ajakan nafsu; peperangan, tawuran, kriminalitas, prostitusi, warung remang2 yg menyisipkan menu “esek2”, koruptor, premanisme, dan lain sebagainya. Berapa banyak orang yg suka berbohong, menipu, menampilkan diri kaya, berperilaku anti sosial, dll. Berapa banyak orang mendholimi antar sesama baik secara terang2 terangan maupun secara halus, menghasut, memfitnah dan mengadu domba saudaranya, orang lain atau masyarakatnya. Ini adalah angkara murka dan keganasan sepak terjang nafsu….

Sahabat, mari sama-sama direview kembali setiap perbuatan, perilaku atau tindakan dan sikap kita dalam realitas hidup ini. Baik berbuat untuk kepentingan diri sendiri maupun bekerja untuk kepentingan umum. Baik dalam kegiatan hablumminallah (berinteraksi dengan Allah), maupun dalam melakoni aspek hablumminannas (berinteraksi dengan antar sesama manusia). Apakah kita selalu mengikuti hawa nafsu atau mengikuti hati nurani. Apakah kita tulus dalam berbuat atau hanya sekedar lakon saja. Ini perlu dianalisis kembali oleh kita semua, agar kita selamat dari keganasan dan kezhaliman nafsu. SK

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Februari 2012 in Kajian, Opini, Tafakkur

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: