RSS

Menggugat Trend Busana Muslimah di Era Modern

08 Apr

Pengetahuan orang mengenai busana biasanya menunjuk pada pakaian untuk menutup anggota tubuh, sehingga sedap dan indah dipandang mata. Di era modern ini, konsepsi busana lebih berkonotasi pada mode atau fashion yang dikenakan orang untuk dapat menutup badannya; tidak perduli konsep diri, harga diri, jati diri, moral atau nilai ajaran yang mereka percayai sehingga tampak dalam berbagai segmen kehidupan mereka mengenakan pakian sesuai seleranya; ketat, tipis atau tidak lengkap kain (terbuka atas dan pendek bagian bawah), yang penting dapat menutup sebagian badan agar terbedakan dengan hewan.

Di sisi lain munculnya beragam ‘gaya’ pakaian muslimah di negeri ini hanya dicontohkan pada pakaian yang dikenakan oleh para artis oleh perancang busana, dan tidak tampak bersandar pada aturan main dan tatacara ajaran Islam, sehingga keanggunan, kesopanan dan nilai keindahan orang yang memakainya tidak tampak secara substansi –yang tampak hanya nilai material saja. Ada busana muslimah ala Shahrini,  atau dikalangan remaja sedang ngetrend ‘jilbab gaul’ ala artis bollywood atau artis hollywood era tahun 70-an.

Terminologi busana pada dasarnya adalah segala jenis pakaian yang digunakan untuk menutup badan atau anggota tubuh atau anggota badan lainnya, baik untuk beribadah, memelihara kesopanan, maupun keindahan dan kecantikan (Kaoy, 1984:9). Sementara busana muslimah adalah pakaian untuk menutup aurat wanita yang beragama Islam, sehingga kata majemuk itu dapat diartikan pakaian wanita yang dapat menutup auratnya sesuai dengan ajaran Islam (Muslim Ibrahim, 1985:5). Melirik dua pendapat ini, maka busana dapat dipandang sebagai alat untuk menutup badan manusia, bahkan busana dianggap sebagai perhiasan yang dikenakan manusia untuk mempercantik dirinya.

Akan tetapi jika busana itu dikenakan oleh orang Islam, maka dinamakan pakaian muslim dan muslimah yang berorientasi pada tatacara berpakaian dalam Islam, yaitu bahan pakaian untuk menutup aurat, kecuali muka dan telapak tangan (bagi muslimah) dan busana sopan (bagi muslim laki-laki). Karenanya, yang dikatakan busana muslim adalah pakaian yang menutupi aurat dan mempunyai nilai-nilai kesopanan, kerapian, keindahan dan serasi bagi yang mengenakannya sekaligus sesuai dengan anjuran syari’at.

Terkait dengan busana muslimah, perlu ditegaskan bahwa hanya perempuan muslim yang berimanlah yang mengenakan busana sesuai dengan anjuran syari’at, sebagai bahan penutup aurat yang sopan, rapi, beradab, selaras dan indah karena dituntun oleh konsep yang jelas sekaligus bernilai ibadah. Berbusana yang baik, sopan, selaras dan beradab adalah dianjurkan bagi seluruh kaum muslimin (laki-laki dan perempuan), agar mereka mencitrakan diri sebagai pribadi yang anggun, cantik, bermakna dan terbedakan dengan lainnya. Asumsi ini berpijak pada firman Allah SWT dalam surat al-‘Araf ayat 26 yang berbunyi:

يَابَنِي ءَادَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ ءَايَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُون. 

Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi aurat dan pakaian yang indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik, karena yang demikian itu adalah sebagian dari Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat” (QS. Al-‘Araf: 26).

Selain berorientasi pada wahyu Allah SWT, konsepsi busana muslimah juga dipertegas oleh Rasulullah SAW, yang artinya: “Dari Aisyah, r.a, bahwasanya Asma binti Abubakar memasuki rumah Rasulullah SAW, sedangkan Asma berpakaian tipis, maka Rasulullah pun berpaling daripadanya sambil bersabda: Hai Asma sesungguhnya seorang wanita apabila telah datang haidnya (akil baliq) tidak boleh dilihat daripadanya ini dan itu, sambil Nabi menunjuk kepada muka dan dua telapak tangannya (H.R. Abu Daud).

Karena iu, pakaian atau busana yang dikenakan oleh kaum muslimah memiliki fungsi dan manfaat yang dapat dipetik dari penerapan berbusana dikehidupan sehari-hari. Secara garis besar, dengan mengenakan busana yang lengkap sebagaimana anjuran syara’ untuk menutupi seluruh anggota tubuh (kecuali muka dan telapak tangan), maka setiap orang akan mengenal bahwa si pemakainya adalah muslim yang beriman.

Perempuan-perempuan muslim yang menerapkan busana secara baik, sopan, selaras dan indah dikehidupannya, seolah-olah dia berkata pada dirinya dan dunia modernnya bahwa “ana minal muslimin” (saya seorang muslim yang beriman), kepribadian saya benar-benar muslim, bukan hanya mengikuti mode yang diperankan oleh para selebritis, dan tidak juga hanya keislamannya numpang dilabelkan di KTP. Dengan berbusana indah sesuai dengan anjuran syari’at, maka selain dapat dijadikan perhiasan bagi sipemakainya, juga orang yang melihatnya akan bersikap hormat kepadanya. Subhanallah…

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 8 April 2012 in Diskusi, Opini, Tafakkur

 

Tag: , ,

3 responses to “Menggugat Trend Busana Muslimah di Era Modern

  1. masigit

    13 April 2012 at 14:06

    ya emang sih, kalau menurut saya untuk sedap dipandang orang boleh aja mengikuti mode tapi yang paling penting tetap mengikuti syariat.

     
  2. muzzammild

    2 Juni 2012 at 14:05

    memank juno kale tat baje membungkus pak🙂

     
  3. iimthefirstgirl

    22 Desember 2014 at 12:03

    Reblogged this on iimthefirstgirl and commented:
    kaifa thoriqoh min hadzal malabisu…(muslimah… jayyidan…)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: