RSS

Menyoal Derajat Iman & Gejala Perilaku Manusia

13 Nov

Terkadang jika dianalisis dan dimaknai perilaku, tindakan, perbuatan dan sikap sebagian umat Islam sungguh memusingkan, membingungkan dan rada-rada aneh laksana orang mabuk habis minum arak. Terutama para sarjana yang berbasis studi Islam di negara barat atau para tokoh yang hanya sekedar mengerti Islam dari buku-buku yang tulis dari tumpang tindihnya referensi sipenulis yang bermental liberalis dan sekuleris.

Entah disadari atau tidak oleh sipelakunya–bahwa ketika  sudah ‘merasa lebih’ modern cara berpikirnya–semua dicoba ilmiahkan, sehingga kita sering membaca media atau mendengar statement yang dilontarkan tidak bisa dicerna oleh akal pikiran, meskipun mereka mengagungkan akal pikiran.

Di sisi lain, kita juga bisa mengamati perilaku direalitas kita bahwa ketika seseorang di kalangan masyarakat  kita –misalnya; di saat diatas tampuk kekuasaan, kaya raya, memilik jabatan empuk, berpangkat tinggi atau sepanjang hidup bersimbah dalam dunia politik. Mereka sangat mengagung-agungkan jabatan dan kekuasaannya -seolah tidak lepas lagi darinya. Hingga menambah tingkat kesombongan dan ketakaburannya sekaligus memperbanyak maksiat hati dan fisiknya.

Mereka tidak sadar apa yang sedang dilakonkannya sesungguhnya ummat atau masyarakat sedang menggunjing dan mencemoohkannya.  Dalam realitas kita tergambarkan bahwa tidak sedikit orang terjebak dalam kemaksiatan tergonisir, seperti;  diri seorang pemimpin ; negara, aparatur negara, DPR, lembaga tinggi atau pemimpin perguruan tinggi, organisasi sosial kemasyarakatan, dll.

Sungguh sangat disayangkan sikap dan perilaku yang demikian terjadi dikalangan muslim. Apakah mereka tidak mengerti sama sekali atau hanya sekedar basa basi saja? Dampak dari kebegoan ini, akhirnya muncul aliran sesat yang hendak menghancurkan Islam secara perlahan di realitas sosial umat Islam itu senddiri.  Padahal ketika sesorang mengakui Islam sebagai keyakinannya, orang yang bersangkutan sudah suci –namun kenapa dengan suka rela mengotori diri lagi ke limbah kehinaan (murtad).

Untuk menerangkan kelakuan, perilaku, atau sikap sebagian orang yang mengaku Islam ini, maka perlu dianalisis persoalan model keimanan yang mampu diterapkan manusia dalam realitas nyata. Pada hakikatnya iman manusia terbagi dalam empat (4) tingkatan, yaitu:

1). Iman kaum munafik.

Iman model ini diadopsi dan dipraktekkan oleh sebagian umat Islam hanya dalam bentuk lisan saja (dimulut saja). Dalam realitas, Tidak sedikit umat Islam terjerumus dalam limbah kenistaan dan menjual kehormatan Islam hanya sekedar pemuas nafsu belaka. Tengok saja sebagian orang yang mengaku Islam, tapi mengobok-obok Islam dari dalam laksana api dalam sekam. Islam hanya di kartu pengenal (KTP) saja, namun perbuatan dan sikapnya bagai perbuatan syetan.

Di sisi lain, kita juga melihat kaum muslimin berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan taat dalam menjalankan ibadah, namun perbuatan seperti menggunjing, menjelekkan antar sesama muslim hampir tiap waktu dan kesempatan. Rasa iri dan takut tersaingi membuat sebagian dari umat Islam menindas sebagian yang lain.  Mereka seolah gtidak takut sedikitpun dengan azab, siksa dan hukum karma yang akan berpulang pada dirinya. Pemahaman agama hanya sekedar fasih dimulut saja, sementara di hati tidak ikut dikuatkan.

2). Iman Kaum Muslimin.

Iman ini bersemanyam pada kaum muslimin pada umumnya, seperti kita dan umat Islam semuanya. Orang-orang yang beriman dalam kategori ini, percaya dan diucapkan secara lisan dan didalam hati secara sungguh-sungguh.  Iman ini beroperasi pada umat Islam adalah seorang muslim percaya pada Allah SWT, taat dan patuh pada Allah, serta juga takut pada azab, siksaan dan murkanya Allah SWT. Namun orang muslim ini juga takut pada yang lain selain Allah SWT, seperti pohon besar, benda-benda atau manusia.

Kenyataan ini diterapkan oleh umat Islam dalam realitas ini pada umumnya. Diakui atau tidak realitas ini telah mencoreng jiwa raga dan hati nurani kaum muslimin dalam meraih dan menggapai surganya Allah SWT.  Oleh karena itu, terkadang kita kaum muslimin merasa tidak sampai doa atau permohonan kita pada Allah. Kita tidak sadar bahwa diri kita belum bersih dan ikhlas secara benar lahir batin dalam mengimani Allah sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Ikhlas (ayat 1-4).

3). Iman Para Wali Allah

Iman tingkat ini beroperasi pada risi orang-orang yang bertakwa, yang selalu takut pada siksaan, azab atau murkanya Allah. Iman model ini ada pada orang-orang yang ahli ibadah dan beramal sholeh secara ikhlas, yang tidak takut kelaparan dan kemiskinan, atau yang berjuang di jalan Allah secara ikhlas.

Dalam realitas jaman sekarang, para penerap iman model ini hanyalah sedikit saja. Karena manusia pada umumnya tidak sanggup hidup kona’ah atau tawad’dhu dalam realitas yang serba tidak menjanjikan. Realitas pada umunya, bahwa pada umumnya orang tidak mau hidup dalam kondisi yang tidak menjanjikan atau morat marit.

4).  Iman Tingkat Tinggi

Iman model ini adalah imannya para nabi dan Rosulnya Allah SWT, dan iman orang-orang yang sudah mampu melebur diri dengan sifat-sifat Allah. Iman tingkat ini namanya iman tingkat tinggi. Iman tingkat ini tidak bisa dijelaskan secara sembarangan –apalagi disini, karena ‘takutnya salah ditafsirkan orang.

Namun intinya, iman dalam kategori ini hanya bisa diterapkan oleh orang-orang mukmin yang sudah mampu mengamalkan al-Qur’an secara mantap; setiap ayat yang dibacanya, mampu diamalkan-dimaknai/ditafsirkan dan dipahami secara mendalam hruf-perhuruf dan kata-perkata yang dikandung oleh al-Qur’an.

Selain itu, orang-orang yang beriman melalui tingkatan ini juga sudah mampu memaknai dan memahami ‘itikad 50 dalam setiap sholat wajibnya.  Demikian dengan sholat-sholat sunnah lainnya, puasa yang dilaksanakan sudah pada taraf lebih khusus lagi dan juga amalan-amalan sholeh yang dikerjakannya. []

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 November 2012 in Diskusi, Kajian, Tafakkur

 

Tag: , , ,

One response to “Menyoal Derajat Iman & Gejala Perilaku Manusia

  1. putra paece

    14 November 2012 at 09:48

    good nice..ya sih knyataan begitu, spertina otak mereka sdh dicuci dg dogma2 laen..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: