RSS

Dampak Internet Bagi Kesehatan Jiwa

23 Nov

Sejak dikembangkan internet sebagai media baru dalam berkomunikasi, maka orang merasakan kemudahan dalam setiap keperluan. Melalui internet orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain diberbagai penjuru dunia, baik melalui; email, chating online atau fasilitas room lain, seperti blog-blog gratisan atau berbayar hingga melalui website social networking, seperti netlog, freindster, facebook, twitter, myspace, skype, google+, dll.

Saat internet menjadi alat komunikasi gaya baru di seluruh dunia telah menjadikan internet sebagai salah satu kebutuhan. Dampaknya hampir setiap orang di seluruh dunia sudah mampu mempresentasikan dirinya pada publik dalam pelbagai dimensi ekspresi. Kenyataan itu dapat ditelusuri di berbagai negara maju, seperti Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Jepang, Cina atau Uni Eropa. Internet-fobia juga merambah ke  negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Philipina, Thailand, Malaysia dan sebagainya.

Di lain sisi, internet juga telah membuat orang, kelompok atau komunitas dalam masyarakat modern terjangkit penyakit mental yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan pengguna internet, yang disebut internet addiction atau internet compulsion. Gejala munculnya kecanduan internet (internet addiction) pada pengguna internet dapat dianalisis pada orang-orang yang intensif atau sekitar 3-6 bulan internetan.

Para pengguna internet ini terjangkit wabah internet addiction dalam pelbagai menu internet, seperti; cybersex (nonton film porno, download gambar-fideo porno), chatting, net compulsive (game, judi atau eBay), surfing atauketagihan mengumpulkan data-data instandi internet, dan lain-lain

Survei awal mengenai internet addiction (kecanduan internet) dilakukan oleh Greenfield pada tahun 1999 dari Center Internet Behavior bersama ABC.com dengan tujuan untuk menganalisis jumlah pengguna internet dan persentase penggunan yang kecanduan internet. Hasil survei awal tersebut menggambarkan bahwa dari 17.000 pengguna internet, 6% memenuhi kriteria internet compulsion. Dengan temuan ini, Greenfield (1999) berkesimpulan bahwa setiap layanan yang disajikan di internet memeiliki pengaruh yang unik terhedap keadaan psikologis. Konteks ini tentu saja juga berpengaruh pada kehidupan nyata para pengguna internet.

Studi pada remaja di Firlandia, juga menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat umum. Jumlah kecanduan internet pada usia 12-18 tahun di Firlandia, mencapai 4,7% (perempuan) dan 4,6% (laki-laki). Pada tahun 2006, penelitian yang dilakukan oleh Internet Mobile Assosiation of India (IMAI) terkait ‘I-Cube’, dengan 65.000 partisipan yang umumnya mahasiswa dan remaja di 26 kota di India. Hasil studi ini menyatakan 38% dari partisipan menunjukkan gejala kcanduan internet berat, yaitu kira-kira 8,2 jam per-mingggu. Sementara statistik para pengguna internet yang compulsion memang berbeda di setiap negara, namun yang paling tinggi jumlahnya adalah kecanduan internet pada mahasiswa yang berkisar 13-18,4%.

Dari segi kesehatan mental, gejala kecanduan internet para penggunanya sudah dianggap tidak stabil karena dapat meregulasi kondisi emosi negatif yang berkaitan dengan harga diri, konsep diri dan self critical thoughts. Di sisi lain, individu yang terjangkit internet addictive juga acapkali mengalami kecemasan dalam proses interaksi sosial secara face to face.

Ivan Goldberg –pakar kesehatan jiwa dari Stanford University Medical Center—mendeteksi  gejala orang yang mengalami kecanduan internetm, diantaranya; 1) sering lupa akan waktu atau mengabaikan hal-hal penting lainnya dalam hidup; 2) gejala menarik diri seperti merasa marah, tegang atau depresi jika tidak dapat mengakses internet; 3) sering berkomentar ngawur, berbohong, menutup diri dari sosial atau rendahnya prestasi; dsb. [Sk]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 November 2012 in Berita, Diskusi, Kajian, Sains

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: