RSS

Kesesatan Pikir Ilmuwan Barat Dalam Menafsirkan Kalender Suku Maya

29 Des

maya-kalender1Gencarnya terpaan media, baik cetak maupun elektronik terhadap rumor kiamat hasil ramalan suku Maya yang ditulis pada seonggak batu berbentuk lingkaran –yang oleh para peneliti disebut kalender kuno, telah berdampak pada ranah psikologis masyarakat dunia pada umumnya, tak terkecuali Indonesia. Namun eskalasi kecemasan masyarakat Indonesia akan terjadi “kiamat” pada 21 Desember 2012 tidak sederas kegalauan yang terjadi di benua Amerika dan Eropa. Jikapun ada kegalauan hanya pada kelompok masyarakat tertentu yang masih mempercayai mitos, namun pada level personal kekhawatir hampir merata.

Isu kiamat yang dihembuskan oleh para peneliti situs-situs kuno melalui publikasi media secara psikologis telah menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada sebagian masyarakat dunia, terutama di benua Eropa dan Amerika. Mengapa pada masyarakat kedua benua tersebut. Hal ini lantaran suku Maya berasal dari Amerika Latin, tepatnya di Selatan Mexico, sekarang Yucatan, Guatemala.

Jose Arguelles, sejarawan Amerika yang menghabiskan hidupnya untuk meneliti peradaban bangsa kuno mengatakan, perhitungan pada kalender suku Maya yang ditulis pada bebatuan itu, sama persis dengan cara penghitungan bangsa Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Setelah terjadi perubahan massa itu, bagi manusia yang selamat akan memasuki babak kehidupan baru.

Dalam perhitungan suku Maya (suku yang dikenal menguasai pengetahuan matematika dan astronomi yang tinggi), digambarkan pada sistem perhitungan kalender dari sejak 3113 SM sampai 2012 M, dianggap pada tahun 2012 tepatnya tanggal 21 Desember 2012 adalah “End of Times” (akhir waktu). Interpretasi para ahli sejarah, arkeolog dan antropolog terhadap istilah “End of Times” itu sendiri sebetulnya masih simpang siur.

Fenomena simpang siur akan penafsiran istilah “End of Times” oleh para ahli inilah yang menjadikan dunia geger, termasuk peneliti NASA pun keliru dalam merilis berita ruang angkas terkait sistem tatasurya. Karena bangsa di dunia saat ini candu dengan teknologi dan bahkan percaya penuh pada para ahli sejarah, arkeologi dan antropologi modern, maka tak pelak lagi terjadi shock terapy yang melilit pikiran dan mental manusia, sehingga menimbulkan kecemasan yang luar biasa.

Kecemasan isu kiamat Maya yang dimanipulasi Michael Coe (1966) yang menulis buku yang menyebutkan ada petunjuk akan ada kiamat pada hari akhir kalender Maya itu. Kemudian rumor ini dikembangkan para pengarang New Age pada tahun 1970-an, dan makin lama makin menyebar (Kompas, 21/12/2012)

Bangsa barat, sangat percaya dengan rumor kiamat itu terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Untuk memperkuat teori kiamat, mereka dengan menghabiskan dana trilyunan dollar AS sengaja menciptakan manipulasi kiamat dalam film “2012”. Film itu sengaja diputar diseuluruh dunia agar manusia berubah keyakinan dari kepercayaan yang dianutnya. Selain itu manusia juga bisa mempersiapkan diri untuk mencari selamat dari “kiamat”.

Sungguh hal yang tidak logis, jika akal manusia menggambar konteks kiamat hanya jatuhnya benda-benda langit (meteor) yang menghantam bumi sehingga bumi hancur perlahan kemudian naik air laut. Sementara para pejabat Amerika Serikat juga telah memberi sinyal informasi kepada negara-negara sekutu untuk mempersiapkan kapal selam (anti hantaman batu-batuan dan karang) [sinopsis film ‘2012’]

Dengan sepekulasi itu, maka kegalauan masyarakat dunia semakin menjadi-jadi, terutama bangsa-bangsa yang menganut sistem kehidupan yang bersbasis pada positivistik, pragmatisme dan realisme. Namun ketika hasil tipu muslihat bangsa Barat tidak terbukti, mereka masih berkilah dengan menyatakan bahwa suku Maya tidak pernah meramalkan akhir zaman pada jumat 21/12/2012, sebut Walter RT Witschey, peneliti Maya dan guru besar antropologi di Universitas Longwood, Virginia, AS (Kompas, 21/12/2012).

Seharusnya masyarakat dunia sadar bahwa teori dan gagasan bangsa barat tidak lagi dijadikan rujukan, apalagi dipercaya terutama hal-hal yang menyangkut ideologi dan teologis. Karena dengan sadar maka akan diketahui bahwa sesungguhnya mereka sedang menyebarkan virus kerancuan berpikir dalam upaya menyesatkan para generasi muda dalam berbagai dimensi kehidupan dengan mengagungkan akal semata dengan mengesampingkan dogma-dogma agama yang dianut oleh masyarakat dunia.[SK]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Desember 2012 in Berita, Kajian, Sains

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: