RSS

Fenomena Kehendak dan Takdir Dalam Tinjauan Psikologi Islam

18 Feb

GambarTerkadang manusia sangat banyak keinginan dan kehendaknya untuk menjadi yang terbaik dimata publik menurut versi dirnya. Kareanya untuk mencapai keinginannya itu manusia terus berusaha dan berusaha untuk merealisasikannya, baik siang maupun malam– mencari, berbuat dan beraktivitas dengan harapan tujuan-tujuan dalam dirinya bisa tercapai adanya.Kondisi ini menjadi sepenggal renungan bagi seorang ahli ibadah yang mengkhawatirkan akan seseorang yang menyangka bahwa “kehendak yang kuat akan membinasakan dinding takdir, dan akan mengerjakan apa yang belum diuji oleh qadha dan qadar”. Ahli ibadah ini melihat beragam sikap dan kelakuan manusia, lebih mementingkan kehendaknya (dorongan dalam diri) daripada takdir (ketentuan) yang telah ditetapkan Allah.

Terkait kekhawatiran tersebut, Ibnu Attha ‘illah mengatakan, “Kehendak itu progresif (sawabiq al-himan) tidak akan membakar dinding takdir”.  Progresif bermakna bergerak maju, yang dalam bahasa arab as-sawabiq jamak dari sabiqah. Dan al-himan adalah jamak dari himmah, yang bermakna kehendak kuat yang mendorong hati untuk mencari sesuatu dan memperhatikannya. (Ahmad bin Al Hasani, 2007:34)

Jika yang dicari adalah sesuatu yang mulia, seperti makrifat kepada Allah dn mencari ridha-Nya maka semangat itu disebut semangat yang tinggi (himmah ‘aliyah). Sedangkan yang dicari adalah hal yang tercela, seperti dunia dan isinya, maka semangat itu dinamakan semangat yang rendah.

Jika seseorang berkehendak untuk belajar dan selalu mencari makrifat, maka Allah akan merealisasikannya dalam sekejap. Karenanya kehendak kuat orang yang bermakrifat terhadap suatu hal, jika terbukti bahwa qadha (takdir) telah mendahuluinya, berarti kehendaknya berjalan sesuai dengan ijin Allah.

Karena itu, keadaan kehendak (dorongan) dalam diri manusia itu, pada dasarnya tidak pernah bertentangan dengan takdir, melainkan dia selalu mengikuti jejak kemanusiaan seseorang dan kembali pada sifat dasar manusia sebagai makhluk yang telah ditakdirkan atau ditentukan segala sesuatu oleh Allah SWT. [*]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Februari 2013 in Diskusi, Kajian, Tafakkur

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: